Tentang cinta di tiap sudut kolong langit

achmadlutfi:

Siapakah yang takkan luluh, bila sepasang mata menatap dengan penuh rasa percaya dan keyakinan? Keyakinan akan kebaikan yang bersembunyi didalam hati. Dalam sunyi dan senyap. Ketika tak ada pandangan lain yang berminat, atau melirik barang sejenak.

Pakaian yang menyelimuti, bukanlah jubah…

Someday kita akan kesini…..
cc: misua

Someday kita akan kesini…..

cc: misua

Seperti sedang berjalan di jalan yang sempit, dua orang yang berpapasan agar tidak bertabrakan, salah satu di antara mereka harus mengalah. Yang satu mengalah untuk menepi, berhenti sejenak, agar yang lainnya bisa melanjutkan perjalanan ke depan.
(via elvinadiah)
Bagaimana kau tak menjadi çandu buatku, jika aroma keringatmu saja sudah membuatku rindu…….

achmadlutfi:

Pagi ini kulihat cinta.

Sehelai daun kepada embun.

Kutanya mengapa, ia berkata,

“Aku berdebu. Ia datang padaku. Tanpa ragu. Menyeka satu-satu.”

Wolfsburg, 23.12.2012

Keberkahan rumah tangga itu bukan hanya diusahakan setelah akad nikah saja, tapi juga diusahakan sebelum akad nikah dengan proses yang syar’i dalam memilih pasangan….
Suatu malam di atas selat sunda, memandang langit
istri: yah, kok gak ada bintang ya mas?
suami: ada kok.
istri: mana mas?
suami: ini di depan mas (sambil membelai kepala istri dan memandangnya)
istri: :">

reisha:

Bunga-bunga musim dingin hingga musim semi.

Arrrgghhhh…..dari dulu, pergi kesana adalah cita-cita yang mungkin nomor kesekian, tapi selalu keingetan terus >.<. Semoga kesampaian melihat langsung….

Pernikahan itu bisa berumur panjang bila ada usaha untuk memanjangkannya dan bisa berumur pendek bila tidak ada yang mau berfikir panjang……

Kalau rindu itu berbentuk hujan. Mungkin di tempatmu sekarang, hujan akan mengalir deras, karena ia mengirimkan pesan-pesan rindu tiada henti.

Kalau rindu berbentuk senja. Kujamin malam takkan datang, dan matahari akan tetap bertahan, menyampaikan rindu dalam semburat cahayanya.

Tapi walau rindu itu seindah senja dengan semburat cahayanya atau hujan dengan bau romantisnya.

Aku tetap akan memilih rindu dalam bentuk doa. Karena pesan akan selalu lebih indah jika tersampaikan langsung melalui-Nya. Langsung menyelinap ke dalam relung hatimu yang terdalam, mengingatkan bahwa aku ada.

nayasa:

Kalau rindu itu berbentuk hujan. Mungkin di tempatmu sekarang, hujan akan mengalir deras, karena ia mengirimkan pesan-pesan rindu tiada henti.

Kalau rindu berbentuk senja. Kujamin malam takkan datang, dan matahari akan tetap bertahan, menyampaikan rindu dalam semburat cahayanya.

Tapi walau…

reisha:

tina-yuliani:

Pertama dan kedua: seorang istri harus mematuhi suaminya dengan penuh ketulusan dan memperhatikan perintah-perintahnya dengan penuh ketaatan.

Ketiga dan keempat: seorang istri hendaknya memelihara kebersihan bagian-bagian tubuhnya yang selalu menjadi tujuan hidung dan mata suami. Artinya, jangan sampai matanya melihat sesuatu yang tidak menyenangkannya pada dirimu, dan agar ia selalu mencium bau wangi dari tubuhmu.

Kelima dan keenam: seorang istri hendaknya selalu memperhatikan waktu tidur dan waktu makan suaminya. Karena, rasa lapar akan membuatnya garang dan kurang tidur akan membuatnya mudah marah.

Ketujuh dan kedelapan: seorang istri hendaklah menjaga harta suaminya, memelihara kehormatannya, dan keluarganya, mengatur keuangan rumah tangga dengan cara yang baik dan merawat anak-anaknya dengan penuh perhatiian.

Nasihat kesembilan dan kesepuluh: jangan pernah menentang perintahnya dan juga menyebarkan aib atau rahasianya. Sebab, dengan menentang perintahnya engkau akan membuat dadanya bergolak/ dan jika engkau menyebarkan rahasianya, berarti engkau tidak bisa menjaga kehornatannya.

Dulu baca beginian santai aja, tapi makin lama makin terasa kalau hal-hal tersebut sesungguhnya sangat berat.

Bandung benar-benar membuatku galau. Rasanya perasaanku seperti diperas-peras, nyeri rasanya. Dan untuk pertama kalinya dalam hidupku, di hari itu aku menangis karena mengetahui sepertinya aku akan meninggalkan kota ini……….

“Apakah cinta butuh alasan?”

sejak akad, aku jadi suamimu, dan kau jadi istriku, maka sudah sewajarnya aku mencintai istriku.

“bukan, bukan itu maksudku, apakah tak ada alasan lain?”—hanya dalam hati….

Aku lihat Ramadan dari kejauhan. Lalu ku sapa ia,
”Hendak kemana?”

Dengan lembut ia berkata,

“Maaf, aku harus pergi, mungkin lama. Tolong sampaikan pesanku untuk orang yang bernama Mukmim. Ajaklah Sabar untuk menemani hari-hari dukanya, peluklah Istiqamah saat dia kelelahan dalam perjalanan Taqwa. Itupun Syawal , ia sudah tiba.”


Ku lihat Ramadan pergi. jauh..

‘Ya Allah, apakah aku akan berjumpa lagi dengannya? ”

(via elvinadiah)